INFORMASI

World Muslim Scout Jamboree 2025

    Kegiatan JAMBORE merupakan salah satu agenda besar dalam dunia kepramukaan yang melibatkan banyak pihak, baik peserta maupun panitia. Kegiatan berskala internasional ini diadakan pada tanggal 9–14 September 2025 di Jakarta Timur dan diikuti oleh sekitar 12–16 negara dengan jumlah peserta lebih dari 15.500 orang. Negara yang mengikuti kegiatan JAMBORE ini diantaranya adalah Turki, Mesir, Qatar, dan Brunei Darussalam. Keikutsertaan negara-negara tersebut memberikan suasana berbeda, menambah tantangan sekaligus pengalaman yang sangat berkesan bagi seluruh panitia.

    Sebagai kegiatan besar, JAMBORE ini melalui tahapan panjang yang disusun dengan rapi. Sejak awal kedatangan peserta, panitia sudah menyiapkan berbagai hal, mulai dari penyambutan, registrasi, pembagian nomor tenda, hingga distribusi perlengkapan peserta. Panitia juga memastikan seluruh tenda peserta terpasang dengan baik agar kegiatan dapat berjalan lancar.

   Kegiatan JAMBORE diawali dengan sambutan hangat dari panitia dan tamu undangan, kemudian dilanjutkan dengan perkenalan peserta dari berbagai negara. Momen tersebut menjadi simbol persaudaraan lintas bangsa yang diwujudkan melalui kegiatan kepramukaan. Selain upacara pembukaan, kegiatan penting lainnya adalah aktivitas sosial dan kerja sama antar peserta, seperti orientasi perkemahan, lomba pioneering, serta permainan halang rintang yang menumbuhkan sportivitas dan kekompakan. Panitia juga menyelenggarakan kunjungan pameran yang menampilkan budaya, inovasi, dan karya kreatif dari para peserta.

    Malam kebersamaan yang disebut Culture Exchange Night menjadi salah satu acara yang paling dinanti, karena menghadirkan pertukaran budaya, penampilan seni, musik, serta festival islami yang mempererat persahabatan lintas negara. Puncak kegiatan ini adalah festival budaya, di mana setiap negara dan daerah menampilkan keunikan budayanya masing-masing. Kemudian acara ini diakhiri dengan upacara penutupan yang berlangsung khidmat sekaligus penuh kebanggaan karena menandai keberhasilan jambore.

    Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi panitia adalah berinteraksi dengan peserta dari luar negeri yang menggunakan bahasa masing-masing. Hal ini bukan sekadar tentang komunikasi, tetapi juga menjadi kesempatan untuk belajar hal-hal non-akademik yang memperluas wawasan. Pembagian tugas dalam tim menuntut kemampuan koordinasi yang baik dari seluruh panitia agar setiap tugas dapat terselesaikan secara cepat dan tepat.

     Menurut Habibah Turrohmah, salah satu anggota Pramuka SMK Pusat Keunggulan Tridaya Bekasi yang juga berkesempatan menjadi panitia kegiatan tersebut, pengalaman paling berkesan selama menjadi panitia JAMBORE adalah mendapat kesempatan untuk menjalin relasi dengan peserta dari berbagai daerah di Indonesia maupun dari negara lain. Kehadiran peserta lintas bangsa menghadirkan suasana baru yang mempererat persahabatan internasional. Selain itu, adanya aturan khusus yang membatasi interaksi antara peserta putra dan putri saat tampil di panggung juga memberikan pengalaman berbeda dan menanamkan nilai kedisiplinan dan penghormatan terhadap norma.

    Keberhasilan menyelenggarakan jambore memberikan rasa bangga tersendiri bagi Habibah. Awalnya banyak pihak tidak menyangka kegiatan sebesar ini dapat terlaksana dengan baik, namun kenyataannya acara berjalan lancar. Dari sini diperoleh pelajaran penting bahwa persiapan yang matang sangat menentukan kelancaran kegiatan. Manajemen risiko, perencanaan detail, dan pembagian tugas yang jelas menjadi kunci utama.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *